Gelombang PHK Tekstil Berlanjut, 1.180 Orang Kehilangan Pekerjaan Selama Oktober

Avatar photo

- Penulis Berita

Senin, 24 November 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 1.180 pekerja di Indonesia mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepanjang Oktober 2025, menandai berlanjutnya tekanan di sektor industri padat karya. Data Satudata Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebaran PHK terbesar pada bulan tersebut berada di Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Angka PHK ini menambah panjang krisis ketenagakerjaan sejak 2022, di mana Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) mencatat 126.160 anggotanya terkena PHK hingga Oktober 2025. Sebanyak 79 persen dari total korban PHK anggota KSPN tersebut berasal dari sektor tekstil, garmen, dan sepatu.

Presiden KSPN Ristadi menjelaskan PHK massal ini dipicu oleh turunnya pesanan industri global, yang diperparah oleh berhentinya order dan penurunan kualitas produksi. Perusahaan-perusahaan ini kalah bersaing karena mesin yang tidak diperbarui dan akhirnya gulung tikar, kata Ristadi, seraya menambahkan laporannya baru masuk belakangan.

Baca Juga :  Trofi Piala Dunia 2026 Dipastikan Singgah di Jakarta Januari Mendatang

Meskipun pusat krisis PHK historis anggota KSPN berada di Jawa Tengah (38 persen) dan Jawa Barat, data PHK Kemnaker Oktober 2025 menunjukkan perubahan lokasi terdampak. Sulawesi Selatan kini memimpin dengan 600 korban PHK, menjadi indikasi bahwa tekanan ekonomi global kini menyebar ke luar pulau Jawa.

Badan Pusat Statistik (BPS) menilai tingginya gelombang PHK turut menyumbang angka pengangguran per Agustus 2025, terutama dari sektor padat karya. Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud menyebut sektor industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan menjadi penyumbang terbesar pekerja yang kehilangan pekerjaan.

Data 1.180 korban PHK Oktober 2025 ini menjadi alarm serius bagi pemerintah dan industri untuk mempercepat diversifikasi sektor ekonomi. Tanpa strategi mitigasi yang jelas, ketergantungan pada sektor tekstil rentan dan mesin tua akan terus membuat Indonesia menghadapi gelombang PHK massal di masa mendatang.

Baca Juga :  Danantara Ambil Alih Pengelolaan Operasional Kereta Cepat Whoosh, Tonggak Baru Layanan Prima

Berita Terkait

Video Warga Adang Pelaku Penyerangan Perayaan Hanukkah Terinspirasi ISIS
Kamboja Peringatkan Risiko Bom Thailand di Lokasi Wisata dan Pemukiman Warga
Hukuman 21,5 Tahun Penjara bagi Pengemudi Penabrak Kerumunan Pendukung Sepak Bola Liverpool
Trump Gugat BBC Miliaran Dolar AS Terkait Dugaan Manipulasi Edit Video Berita
Klasemen Futsal SEA Games 2025, Siapa Raja Futsal Asia Tenggara?
IPO SUPA Oversubscribe 318,69 Kali, Ritel Cuma Kebagian 3-7 Lot
Pergerakan Terbaru Siklon Tropis Bakung, Daftar Wilayah Terdampak di Indonesia
VinFast Tambah Investasi $1 Miliar di Indonesia, Produksi Mobil Listrik Jawa Barat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 17 Desember 2025 - 01:36 WIB

Kamboja Peringatkan Risiko Bom Thailand di Lokasi Wisata dan Pemukiman Warga

Rabu, 17 Desember 2025 - 01:36 WIB

Hukuman 21,5 Tahun Penjara bagi Pengemudi Penabrak Kerumunan Pendukung Sepak Bola Liverpool

Rabu, 17 Desember 2025 - 01:36 WIB

Trump Gugat BBC Miliaran Dolar AS Terkait Dugaan Manipulasi Edit Video Berita

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:57 WIB

Klasemen Futsal SEA Games 2025, Siapa Raja Futsal Asia Tenggara?

Selasa, 16 Desember 2025 - 19:44 WIB

IPO SUPA Oversubscribe 318,69 Kali, Ritel Cuma Kebagian 3-7 Lot

Berita Terbaru